PROFESIONALITAS GURU

Oleh: Nur Sulistyo Muttaqin, S.Pd.

Sebagai pengajar atau pendidik, guru merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan setiap upaya pendidikan. Itulah sebabnya setiap adanya inovasi pendidikan khususnya dalam kurikulum dan peningkatan sumber daya manusia yang dihasilkan dari upaya pendidikan selalu bermuara pada faktor guru. Hal ini menunjukkan betapa eksisnya peran guru dalam dunia pendidikan. Demikian pun dalam upaya pembelajaran siswa, guru dituntut memiliki multi peran sehingga mampu menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif.

Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Proses belajar mengajar merupakan serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungya proses belajar mengajar. Proses dalam pengertian di sini merupakan interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat dalam belajar mengajar yang satu sama lainnya berhubungan (interdependent) dalam ikatan untuk mencapai tujuan.

Belajar diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dan individu dengan lingkungan. “Learning is a change in the individual due to instruktion of that individual and his enviroment, wich feel a need and makes him more capable of dealing adequately with his environment.” ( W.H. Burton The Guindance of lerning Activities, 1944 ). Dalam pengertian ini terdapat kata change atau “perubahan” yang berarti bahwa seseorang telah mengalami proses belajar  akan mengalami perubahan tingkah laku, baik aspek pengetahuan, keterampilan maupun sikap.

TUGAS, PERAN DAN KOMPETENSI GURU

Peranan guru adalah terciptanya serangkaian tingkah laku yang saling berkaitan yang dilakukan dalam suatu situasi tertentu serta berhubungan dengan kemajuan perubahan tingkah laku dan perkembangan siswa yang menjadi tujuannya  (Wrightman, 1977). Kompetensi berarti kewenangan (kekuasaan) untuk memutuskan atau menentukan suatu hal. Pengertian dasar kompetensi (competency) yakni kemampuan atau kecakapan. Adapun kompetensi guru (teacher competency) adalah the ability of a teacher to responsibility perform has or her duties appropriately, yaitu kompetensi guru merupakan kemampuan seorang guru dalam melaksanankan kewajiban-kewajiban secara bertanggung jawab dan layak.

Dengan gambaran dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kompetensi merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesi keguruannya. Selanjutnya beralih pada kata “professional”  yang berarti a vacation an wich professional knowledge of some department a learning science is used in its applications to the of other or in the practice of an art found it.

Dalam pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa suatu pekerjaan yang bersifat profesional memerlukan beberapa bidang ilmu yang secara sengaja harus dipelajari dan kemudian diaplikasikan bagi kepentingan umum. Atas dasar pengertian ini, ternyata pekerjaan profesional berbeda dengan pekerjaan lainnya karena suatu profesi memerlukan kemampuan dan keahlian khusus dalam melaksananakan profesinya.

Mengingat tugas dan tanggung jawab guru yang begitu kompleksnya, maka profesi ini memerlukan persyaratan khusus, antara lain:

  1. Menuntut adanya keterampilan yang berdasarkan konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendalam.
  2. Menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan bidang profesinya.
  3. Menuntut adanya tingkat pendidikan keguruan yang memadai.
  4. Adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakan.
  5. Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan.

(Drs. Moh. Ali, 1985)

Adapun syarat pekerjaan yang tergolong ke dalam suatu profesi antara lain:

  1. Memiliki kode etik, sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
  2. Memiliki klien / obyek layanan yang tetap.
  3. Diakui oleh masyarakat karena memang diperlukan jasanya oleh masyarakat.

(Drs. Moh. Uzer Usman)

Guru memiliki banyak tugas, apabila kita kelompokkan terdapat tiga jenis tugas guru, yakni tugas dalam bidang profesi, tugas kemanusiaan dan tugas dalam bidang kemasyarakatan. Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan pada siswa.

Tugas guru dalam bidang kemanusiaan di sekolah harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua. Di masyarakat guru berkewajiban mencerdaskan bangsa menuju pembentukan manusia Indonesia yang seutuhnya yang berdasarkan Pancasila.

Tugas dan peran guru tidaklah terbatas di dalam masyarakat, bahkan guru dalam hakekatnya merupakan komponen strategis yang memiliki peran penting dalam gerak laju kehidupan bangsa. Bahkan keberadaan guru merupakan factor condisio sine quanon yang tidak mungkin digantikan oleh komponen manapun dalam kehidupan bangsa sejak dulu, terlebih-lebih pada era kontemporer ini.

Peranan dan kompetensi guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal seperti mengajar, memimpin kelas, pembimbing, pengatur lingkungan, partisipan, ekspeditor, perencana, supervisor, motivator dan konselor, (Adam dan Decey, Basic principles of student teaching). Secara dominan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

(1)      Guru sebagai demonstrator

Melalui perannya sebagai demonstrator, lecture atau pengajar, guru hendaknya menguasai bahan ajar atau materi yang akan diajarkannya.  Serta senantiasa mengembangkannya dalam artian meningkatkan kemampuan ilmu yang ia miliki karena ini akan sangat menentukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa.

Guru sendiri adalah pelajar dalam arti guru harus belajar terus-menerus. Dengan cara demikian ia akan memperkaya dirinya dengan ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar dan demonstrator sehingga mampu memperagakan apa yang diajarkannya secara didaktis. Maksudnya agar apa yang disampaikan itu betul-betul dimiliki oleh anak didiknya.

(2)      Guru sebagai pengelola kelas

Tujuan umum pengelolaan kelas ialah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas untuk bermacam-macam kegiatan belajar mengajar guna mencapai tujuan pendidikan yang baik. Sedangkan tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa untuk belajar, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan.

Tanggung jawab yang lain sebagai manajer yang penting bagi guru adalah membimbing pengalaman-pengalaman siswa sehari-hari kearah self directed behavior. Salah satu manajemen kelas yang baik ialah menyediakan kesempatan bagi siswa untuk sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungannya terhadap guru sehingga mereka mampu membimbing kegiatannya sendiri. Siswa harus melakukan self control dan self activity malalui proses bertahap.

(3)      Guru sebagai mediator dan fasilitator

Sebagai mediator, guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengefektifkan proses belajar mengajar. Selain itu guru harus memiliki keterampilan memilih dan menggunakan serta menyediakan media itu dengan baik. Memilih dan menggunakan media pendidikan harus sesuai dengan tujuan, materi, metode, evaluasi, dan kemampuan guru serta minat dan kemampuan siswa.

Sebagai fasilitator, guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar yang berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dan proses belajar mengajar, baik yang berupa narasumber, buku teks, majalah ataupun surat kabar.

(4)      Guru sebagai evaluator

Dengan evaluasi, guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan, penguasaan siswa terhadap pelajaran serta ketepatan atau keefektifan metode mengajar. Tujuan lain dari penilaian diantaranya ialah untuk mengetahui kedudukan siswa di dalam kelas atau kelompoknya. Dengan penilaian, guru dapat mengklasifikasikan siswa.

Demikian sedikit uraian tentang tugas, peran serta kopetensi guru yang merupakan landasan dalam mengabdikan profesinya. Guru yang profesional tidak hanya mengetahui, tetapi betul-betul melaksanakan apa yang menjadi tugas dan peranannya.

DAFTAR PUSTAKA

Usman, Moh. Uzer. 2000. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya PT

Burton, W. H. 1944. The Guindance Of Learning Activites. New York: Appleton Century Coffs, Inc.

Adam dan Decey. Basic principles of student teaching.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: