STKIP Melawi Wisuda 445 Mahasiswa DII

Senin, 08 Maret 2010 , 01:54:00

STKIP Melawi Wisuda 445 Mahasiswa D II di Pendopo Bupati Melawi, Sabtu (6/3). (FOTO : Sukartaji/Equator)

NANGA PINOH. Sedikitnya 445 mahasiswa STKIP, menuntaskan Program Diploma II, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) di Pendopo Bupati Melawi, Sabtu (6/3). Jumlah para wisudawan yang cukup besar ini, patut menjadikan Melawi sebagai pusat kajian pendidikan.

“Dalam rapat Senat Terbuka, kita mewisuda sebanyak 445 mahasiswa program Diploma II yang diikuti 22 Penjaskes dan 425 PGSD,” ungkap Ketua STKIP Melawi Drs Clarry Sada MPd di hadapan seluruh wisudawan.

Diutarakan Clarry pula, mahasiswa yang mengikuti prosesi wisuda kali ini, tidak sepenuhnya berasal dari Melawi. Namun para wisudawan juga berasal dari kabupaten terdekat seperti Sintang dan Pontianak serta Entikong yang menempuh jalur non regular.

“Wisuda kali ini, sesuai dengan keputusan Ketua STKIP Melawi, bernomor: 0015/STKIP-M/III tentang kelulusan mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskes) STKIP Melawi tahun akademik 2009/2010. Sekaligus wisuda terakhir, bagi program Diploma II. Karena tahun depan sudah tidak ada lagi program DII,” terangnya.

Tempat yang sama, Bupati Melawi H. Firman Muntaco, SH. MH mengatakan, lembaga pendidikan termasuk STKIP Melawi harus terus berperan. Terutama sebagai pusat pengkajian, pendidikan, dan pengembangan program-program berbasis dan berorientasi keperluan.

Firman juga meminta, lembaga pendidikan harus mampu melihat kebutuhan masyarakat. Tak kalah pentingnya lagi, menggali berbagai potensi multikultur untuk keperluan nilai-nilai pendidikan dan yang berimplikasi untuk peningkatan mutu pendidikan pluralisme.

“Kepada para wisudawan dan wisudawati agar terus meningkatkan kualitas dengan meneruskan pendidikan lebih tinggi atau kursus-kursus mensyaratkan S1 bagi guru. Karena tidak mungkin, ada sistem pendidikan yang baik tanpa kehadiran guru yang memadai mutunya, baik intelektual, sosial personal maupun kepribadian,” pesannya.

Kendati begitu, Firman mengharapkan, STKIP Melawi kedepan semakin lebih baik dalam mengawal pendidikan serta perubahan yang terus berlangsung. Sehingga menuju masyarakat yang adil, sejahtera, beradab, dan berdemokrasi.

“Peran STKIP sangat dibutuhkan, dalam pembangunan yang marah dilaksanakan di Melawi. Terutama berperan dalam meningkatkan sumber daya  manusia di Melawi ini,” pinta Firman. (aji) (www.equator-news.com)

About these ads

2 Tanggapan

  1. Kasihan sekali itu mahasiswanya.
    Dah capek belajar, hasilnya diwisuda dengan ijin pendidikan yang sudah kadaluarsa.
    Kira-kira kelulusannya diakui atau tidak ya?

    • Yes, off course. Their certificates are absolutely recognized by the government. It is proved by the fact that most of them are accepted as servant civils now. Most of them also continue their study (D2) in STKIP MELAWI to get Sarjana Degree (S1).
      Thanks, God Bless.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: