PENDIDIKAN JASMANI

Oleh: Kurnia Dyah Anggorowati, S.Pd.

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan suatu proses untuk membentuk generasi penerus bangsa, pendidikan dilakukan saat hayat masih dikandung badan dan pendidikan sangat penting bagi kehidupan kita sebagai makhluk sosial yang diberi kemampuan berupa akal pikiran untuk berpikir dan menerima pelajaran. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan pendidikan hendaknya pendidik dapat mengetahui apa saja kesulitan dari tiap-tiap aspek materi yang akan diberikan sehingga dapat segera diketahui bagaimana cara menanggulangi.

Pendidikan jasmani merupakan kegiatan kurikuler dan menjadi salah satu mata pelajaran dalam lembaga pendidikan formal, proses pendidikan dapat pula dilakukan di luar jam sekolah, yang kemudian disebut dengan kegiatan ekstrakurikuler yang memusatkan pada satu cabang olahraga, di dalam cabang olahraga tersebut memiliki rangkaian pembelajaran yang membutuhkan ketelitian dan penguasaan gerak dalam setiap pertemuan sehingga apa yang kita sampaikan dapat benar-benar diterima oleh siswa.

Melalui pendidikan jasmani, siswa dapat mengetahui bermacam-macam gerak yang mungkin sebelumnya pernah mereka lakukan tetapi belum mengetahui nama gerakan tersebut ataupun sebaliknya. Pendidikan jasmani merupakan suatu proses belajar, proses penyerapan informasi ke dalam organisme yang dijadikan bekal bagi organisme untuk memodifikasi tingkah lakunya kemudian hari. Proses belajar individu berbeda-beda, ada siswa yang dapat menyerap informasi dengan cepat dan ada pula yang dikaruniai bakat khusus yang hanya dapat menguasai keterampilan gerak cabang permainan tertentu ataupun yang mempunyai bakat umum yang dapat melakukan berbagai macam gerakan di seluruh cabang olahraga. Hal ini harus segera diketahui oleh guru pendidikan jasmani sehingga dapat segera dilakukan evaluasi dan pertimbangan apa yang dapat diambil sebagai penilaian sebelum diadakan tes.

TUJUAN PENDIDIKAN JASMANI

Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan untuk memperoleh keterampilan gerak, pertumbuhan kecerdasan, dan perkembangan otot tubuh siswa yang nantinya dapat berguna pada masa mendatang. Adapun tujuan dari pendidikan jasmani adalah untuk memelihara dan meningkatkan kesegaran jasmani dan kesehatan. Jadi dapat diartikan semua aspek di dalam pendidikan jasmani yang meliputi olahraga dan kesegaran jasmani haruslah berkaitan dengan pendidikan. Kegiatan olahraga yang ada di dalamnya direncanakan dan diselenggarakan oleh guru pendidikan jasmani dengan tujuan pendidikan yang akan dicapai bukan keberhasilan atau kemenangan melainkan kesenangan dan kegembiraan siswa melakukan kegiatan tersebut.

Sebelum kita melangkah pada tujuan pendidikan jasmani, hendaknya dapat mengetahui terlebih dahulu tujuan dari pendidikan itu sendiri, sehingga dapat mengenal berada di posisi mana pendidikan jasmani itu.

Tujuan pendidikan dapat digolongkan menjadi tiga ranah, seperti yang sering kita ketahui, yaitu ranah kognitif yang menitikberatkan pada hasil intelektual, ranah afektif yang menitikberatkan pada perasaan dan emosi, serta ranah psikomotor yang menitikberatkan pada keterampilan gerak.

Dilihat dari tujuan pendidikan, maka dapat disebut tujuan pendidikan jasmani itu adalah mencakup perkembangan kesehatan jasmani atau organ-organ tubuh, perkembangan syaraf otot (neuromuskuler), perkembangan sosial, dan perkembangan intelektual. Pendidikan jasmani tidak hanya menitikberatkan pada keterampilan gerak saja, akan tetapi banyak aspek dari tujuan pendidikan yang harus diterapkan oleh guru pendidikan jasmani, khususnya aspek psikologi atau afektif, karena banyak sekali kondisi siswa yang dapat melatarbelakangi rasa kesukaan mereka terhadap pelajaran pendidikan jasmani sehingga dapat memacu mereka untuk mendalami pelajaran ini.

HUBUNGAN PENDIDIKAN JASMANI DENGAN BERMAIN DAN OLAHRAGA

Dalam memahami arti pendidikan jasmani, kita harus mempertimbangkan hubungan antara bermain (play) dan olahraga (sport) sebagai istilah yang lebih dahulu populer dan lebih sering digunakan dalam konteks kegiatan sehari-hari. Pemahaman tersebut akan membantu para guru atau masyarakat dalam memahami peran dan fungsi pendidikan jasmani secara lebih konseptual.

Bermain pada intinya adalah aktifitas yang digunakan sebagai hiburan. Kita mengartikan bermain sebagai hiburan yang bersifat fisik yang tidak kompetitif, meskipun bermain tidak harus selalu bersifat fisik. Bermain bukanlah berarti olahraga dan pendidikan jasmani, meskipun elemen dari bermain dapat ditemukan di dalam keduanya.

Olahraga dipihak lain adalah suatu bentuk bermain yang terorganisir dan bersifat kompetitif. Beberapa ahli memandang bahwa olahraga semata-mata suatu bentuk permainan yang terorganisasi, yang menempatkannya lebih dekat kepada istilah pendidikan jasmani. Akan tetapi, pengujian yang lebih cermat menunjukkan bahwa secara tradisional olahraga melibatkan aktivitas kompetitif.

Pendapat lain menyatakan pendidikan jasmani mengandung elemen-elemen baik dari bermain maupun dari olahraga, tetapi tidak berarti hanya salah satu saja, atau tidak juga harus selalu seimbang di antara keduanya. Sebagaimana dimengerti dari kata-katanya, pendidikan jasmani adalah aktivitas jasmani yang memiliki tujuan tertentu. Pendidikan jasmani bersifat fisik dalam aktivitasnya dan pendidikan jasmani dilaksanakan untuk mendidik. Hal itu tidak bisa berlaku bagi bermain dan olahraga, meskipun keduanya selalu digunakan dalam proses pendidikan.

Bermain, olahraga dan pendidikan jasmani melibatkan bentuk-bentuk gerakan. Ketiganya sesuai dengan konteks pendidikan jika digunakan untuk tujuan-tujuan kependidikan. Bermain dapat membuat rileks dan menghibur tanpa adanya tujuan pendidikan. Misalnya olahraga profesional (di Amerika umumnya disebut athletics) dianggap tidak punya misi pendidikan apa-apa, tetapi tetap disebut sebagai olahraga. Olahraga dan bermain secara murni untuk kepentingan kesenangan, kepentingan pendidikan, atau untuk kombinasi keduanya. Kesenangan dan pendidikan tidak harus dipisahkan secara eksklusif, keduanya dapat dan harus beriringan.

PENDIDIKAN JASMANI BUKAN PENDIDIKAN OLAHRAGA

Banyak sekali anggapan masyarakat bahwa pendidikan jasmani itu sama dengan pendidikan olahraga walaupun di dalam pendidikan jasmani itu ada aktifitas olahraga. Pendidikan olahraga lebih mengacu pada pembinaan prestasi, hasil akhir yang ingin dicapai dalam pendidikan olahraga adalah prestasi yang tinggi. Kegiatan pada pendidikan olahraga dapat kita lihat di klub olahraga yang terbesar di seluruh dunia. Mereka dididik untuk menjadi atlet yang berprestasi sejak usia dini. Dalam pendidikan olahraga seperti di klub ada musim kompetisi, ada peran yang diberikan kepada peserta didik dalam sebuah tim, dan ada hubungan yang intim dalam tim.

Pendidikan jasmani tidak mempunyai ciri-ciri tersebut, dalam pendidikan jasmani hanya diberikan pokok dasar pembelajaran gerak tanpa ada pembinaan lebih lanjut, tidak ada musim kompetisi, tidak ada pencatat skor  prestasi. Bagi siswa yang memiliki kemampuan lebih dan diketahui oleh guru olahraga akan diarahkan dalam kegiatan ekstrakurikuler yang ada di dalam lembaga pendidikan tersebut, karena kewajiban guru olahraga hanya sebatas menyampaikan materi sesuai kurikulum dan tujuan pendidikan.

PENUTUP

Pendidikan Jasmani dilakukan tidak hanya untuk memperoleh keterampilan gerak saja, tetapi pendidikan ini juga bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan organ-organ tubuh manusia. Maka dari itu pendidikan ini sangat penting untuk memelihara dan meningkatkan kesegaran jasmani dan kesehatan tubuh kita.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Arma dan Agus Manadji. 1994. DASAR-DASAR PENDIDIKAN JASMANI. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

Ali, Mohammad dan M. Asrori. 2005. Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara PT

Gunarsa, Singgih D dkk. 1996. Psikologi Olahraga: Teori dan Praktek. Jakarta: BPK Gunung Mulia PT

Syah, Muhibin. 2005. Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada PT

S.M, Ismail. (Eds). Tanpa tahun. Psikologi Pendidikan. Semarang: FT-IAIN Walisongo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: