DESKRIPSI KALIMAT MATEMATIKA SISWA DAN GURU DARI SOAL CERITA YANG BERKAITAN DENGAN OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT DI KELAS VII SMP NEGERI 14 PONTIANAK

Oleh

RIZKY OKTORA PRIHADINI EKA PUTRI, S.Pd

Latar belakang penelitian ini adalah kenyataan di lapangan memberi gambaran bahwa siswa sulit untuk memahami soal matematika yang berbentuk cerita. Kesulitan siswa memahami soal matematika yang berbentuk cerita akan mengakibatkan kesalahan siswa dalam membuat kalimat matematika, sehingga penyelesaian soal tersebut menjadi salah pula. Sesuai dengan penelitian Yenny (2007) bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika antara lain disebabkan oleh kesalahan siswa menuliskan kalimat matematikanya yaitu sebesar 51, 43%. Dipilih kelas VII SMP karena kelas VII merupakan transisi dari SD ke SMP, dimana telah terjadi perkembangan kognitif / intelek siswa yakni dari tahap operasional konkrit (7 – 11 tahun) ke tahap operasional formal (11 tahun ke atas). Perkembangan kognitif / intelek siswa menyebabkan perubahan cara berpikir siswa, yang tadinya bersifat konkrit menjadi mulai mampu untuk berpikir abstrak (Wilis: 1996, 154). Hal ini menyebabkan, terjadi perubahan pula pada cara berpikir siswa dalam menangkap dan memahami makna dari kalimat – kalimat yang ada pada soal cerita. Selain itu, di SD pembelajaran soal cerita terutama yang berkaitan dengan kalimat matematika kurang ditekankan hal ini diketahui dari hanya sebesar 16, 54% yaitu hanya 21 Kompetensi Dasar (KD) dari 127 Kompetensi Dasar (KD) di SD yang memuat tuntutan kemampuan yang berkaitan dengan soal cerita (BSNP: 2006), padahal penggunaan kalimat matematika yang tepat sangat penting dalam penyelesaian suatu soal cerita dan ada hingga jenjang yang lebih tinggi.

Masalah umum dalam penelitian ini adalah ”Bagaimana kalimat matematika siswa dan guru dari soal cerita yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat di kelas VII SMP Negeri 14 Pontianak?”. Adapun masalah umum tersebut dapat dikelompokkan dalam sub – sub masalah antara lain: (1) Bagaimana kalimat matematika yang disusun oleh siswa dari soal cerita yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat? (2) Bagaimana kalimat matematika yang disusun oleh guru dari soal cerita yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat? (3) Bagaimana kinerja siswa dalam menyusun kalimat matematika dari soal cerita yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat?. Tujuan umum dari dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kalimat matematika siswa dan guru dari soal cerita yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat di kelas VII SMP. Tujuan tersebut dirincikan sebagai berikut: (1) Mendeskripsikan kalimat matematika yang disusun oleh siswa dari soal cerita yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat (2) Mendeskripsikan kalimat matematika yang disusun oleh guru dari soal cerita yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat (3) Mendeskripsikan kinerja siswa dalam menyusun kalimat matematika dari soal cerita yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan bentuk penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 14 yang berjumlah 240 siswa dari kelas VII A, VII B, VII C, VII D, VII, E dan VII F  yang masing – masing kelas terdiri dari 40 siswa sedangkan untuk sampel penelitian dari tiap kelas diambil secara random dengan cara diundi 5 siswa dari tiap kelas sehingga diperoleh 30 siswa dan 2 orang guru matematika kelas VII SMP Negeri 14. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik nontes yang dilengkapi dengan wawancara klinis. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes kinerja. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan statistik deskriptif.

Berdasarkan evaluasi kinerja siswa secara umum, untuk soal terbimbing diketahui bahwa siswa yang dapat menjawab dengan benar dan jawaban tersebut dapat dikenali sebesar 52,78%, siswa yang dapat menjawab dengan benar tapi jawaban tersebut tidak dapat dikenali sebesar 2,22%, siswa yang menjawab salah dan jawaban tersebut dapat dikenali sebesar 39,44%, siswa yang menjawab salah tapi jawaban tersebut tidak dapat dikenali sebesar 5,56%. Untuk soal tidak terbimbing diketahui bahwa siswa yang dapat menjawab dengan benar dan jawaban tersebut dapat dikenali sebesar 35,83%, siswa yang dapat menjawab dengan benar tapi jawaban tersebut tidak dapat dikenali sebesar 3,33%, siswa yang menjawab salah dan jawaban tersebut dapat dikenali sebesar 45,83%, siswa yang menjawab salah tapi jawaban tersebut tidak dapat dikenali sebesar 15%. Dari hasil evaluasi kinerja ini apabila dikaitkan dengan kriteria ketuntasan sebesar 75% berarti kinerja (kemampuan) siswa dalam mengubah (menafsirkan) soal cerita menjadi kalimat matematika yang benar masih belum tuntas (kurang).

Berdasarkan hasil wawancara diperoleh informasi bahwa siswa masih kesulitan dalam mengubah soal cerita menjadi kalimat matematika baik untuk soal tes terbimbing maupun soal tes tidak terbimbing. Hal ini dikarenakan keterbatasan bahasa matematika yang dimiliki oleh siswa. Selain itu, banyak siswa yang melakukan kesalahan dalam pengopersian dan penggunaan sifat – sifat yang ada pada operasi hitung. Sehingga jawaban akhir menjadi salah, padahal mereka sudah mampu mengubah (menafsirkan) soal cerita menjadi kalimat matematika dengan benar. Untuk penelitian selanjutnya disarankan intrumen untuk menggali kinerja dalam soal cerita lebih dikembangkan dan untuk uji coba sampelnya diperbanyak dalam rangka memperkaya objektivasi.

 DAFTAR PUSTAKA

Animan. 1998. Deskripsi Kemampuan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika berbentuk Cerita Pada Kelas I SLTP 10 Pontianak Selatan. Skripsi. Pontianak: FKIP UNTAN

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Azwar, A.& Prihartono, J. 1987. Metodologi Penelitian kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: PT. Bina Rupa Aksara

BSNP. 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah. Jakarta: BSNP

Eka, Novita. 2006. Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Tentang Operasi Hitung Bilangan Bulat menggunakan Teori Bruner. Skripsi. Semarang: Univ. Negeri Semarang

Fathoni, AH. 2009. Bahasa Matematika. [Online]. Tersedia. http://sigmetris.com/index.php?option=com_content&task=view&id=33&Itemid=28 [12 Maret 2009]

Hadari, Nawawi. 1985. Metode Penelitian Bidang Sosial.Pontianak: FKIP UNTAN

Hudiono, Bambang. 2005. Dimensi Pembelajaran Matematika. FKIP UNTAN

Polya, George. 1962. Mathematical Discovery.New York: Princenton Univercity Press

Machmuni, Fauziah. 2000. Kemampuan mahasiswa D-II PGSD Dalam Pengajaran Soal Cerita Pembagian. Tesis. Surabaya: Prodi Matematika UNS

Maulidiyah, Yenny. 2007. Analisis Kemampuan Siswa Menggunakan Langkah – Langkah Polya Dalam Menyelesaikan Soal – Soal Cerita Pada Pokok Bahasan Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Di Kelas VIII SMP. Skripsi. Pontianak: FKIP UNTAN

Melandy, Santy. 2000. Analisis Buku Teks Matematika Untuk Memprediksi Keterlibatan Siswa Dalam Mempelajari Matematika Di Kelas IV Sekolah Dasar. Skripsi. Pontianak. FKIP UNTAN

MS, Kaelan. 2002. Filsafat Bahasa (Realitas Bahasa, Logika Bahasa, Hermeneutika dan Postmodernisme). Yogyakarta: Paradigma

Nazir, Muhammad. 1998. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia

Prawironegoro. 1995. Evaluasi hasil Belajar Khusus Analisis Soal Matematika Bidang Studi Pendidikan Matematika. Jakarta: Fortuna

Ruhiyat, Enjang. 2010. Matematika Sebagai Bahasa Universal. [Online]. Tersedia. http://www.enjang-ruhiat.web.ugm.ac.id/?p=7

Saidi, I Acep. 2008. Hermeneutika, Sebuah Cara Untuk Memahami Teks. [Online]. Tersedia. http://jiwangga.com/index.php?option=com_content&view=article&id=10%3Ahermenutik&catid=14%3Acatatan&Itemid=4&showall=1 [April 2008]

Salman, B. 1992. Profil Penyelesaian Soal Mtematika Berbentuk Cerita Pada  Siswa Kelas VI SD Negeri No 6 dan No 10 Di Kecamatan Pontianak Timur. Skripsi. Pontianak: FKIP UNTAN

Sruiasumantri, Jujun S. 2001. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta:  Pustaka Sinar Harapan

Subagyo, Pangestu. 2003.  Statistik Deskriptif. Yogyakarta: BPFE

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: CV. Alfabeta

Sumarmo, 1994. Suatu Alternatif Pengajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematika Pada Guru dan Siswa SMP. Laporan penelitian IKIP Bandung. Bandung: Tidak diterbitkan.

Tapilouw, M. 1992. Pengajaran Matematika Di Sekolah Dasar Dengan Pendekatan CBSA. Bandung: Sinar Baru

TIM MKPBM, 2001. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia

Wagio, dkk. 2008. Pegangan Belajar matematika I Untuk SMP/ MTs Kelas VII. Jakarta: PT. Galaxy Puspa Mega

Wahyudi, Sigit. 1998. Analisis Kemampuan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal – Soal Cerita Pada Topik Persamaan Kuadrat Di Kelas III SLTP. Skripsi. Pontianak: FKIP UNTAN

Wijayanti, Dwiaryanti. 2005. Menyelesaikan Soal – Soal Cerita Pokok Bahasan Persamaan Linier Dua Peubah Dengan Metode Polya Pada Siswa Kelas II-C Semester 2 SLTP Negeri 4 Semarang. [Online]. Tersedia. http//digilib.unnes.ac.id//gsdl/collect/skripsi/archives/HAS0163/d2958322.dir/dic.pdf

Wilis, Ratna. 1996. Teori – Teori Belajar. Bandung: Erlangga

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: