Sejarah Berdirinya STKIP Melawi

Awal berdirinya STKIP Melawi lahir dari gagasan Yustina Indan (Istri Drs Suman Kurik) pada waktu itu Suman Kurik  adalah Asisten II Bupati Kabupaten Sintang. Status Yustina Indan adalah Mahasiswa Universitas Terbuka (UT),  dimana posisi Andy Usman, Clarry Sada dan Firman Susilo adalah dosen UT.

Gagasan Yustina Indan menyatakan pada tahun 2004, Drs Suman Kurik akan menempati posisi Pjs Bupati Melawi sebagai akibat dari terjadinya pemekaran dari Kabupaten Sintang,  keinginan itu dinyatakan dengan ketiga orang tersebut di atas. Hasil dari gagasan itu dibicarakan pada Lembaga Multicultural Education Cultural Centere Agency (MECCA). Para anggota MECCA (terdiri dari M. Rif ‘at  Hamdy, Clarry Sada, Andy Usman, Firman Susilo, Rahmat Saputra dan Syahruddin)  sepakat melakukan survey awal.

Dari survey awal kita sampaikan kepada Pjs.Bupati Melawi, yakni mendirikan SMK Pertambangan (dalam perjalanan terjadi perubahan) karena tidak didukung sarana dan prasarana dan SDM yang cukup, akhirnya diputuskan bahwa daerah STKIP Melawi yang terkait pengembangan dan pembangunan kabupaten baru serta mendesak adalah guru-guru sekolah dasar. Akhir dari perjalan survey tersebut bersepakat melakukan kerjasama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP Univ. Tanjungpura), yakni melaksanakan D-II FKIP Untan dengan Pemda Melawi (pada waktu itu Dekan FKIP Untan dalah Drs. Sugiatno M.Pd).

Kerjasama tersebut direalisakan dengan melaksanakan Program D-II FKIP Untan dengan “Yayasan Melawi Mekar”  pada tahun 2004-2006. Dalam kesepakatan tersebut, kami dari lembaga “MECCA” diperankan sebagai konsultan di dalam “ Yayasan Melawi  Mekar”. Pada tahun 2005 inisiatif Yayasan Melawi Mekar dengan Lembaga MECCA merintis mendirikan Sekolah Tinggi Pendidikan Melawi, disingkat dengan STPM. keluarlah surat Pertimbangan dari Dirjen Dikti dengan No…….., setelah berjalan satu semester, oleh yayasan Melawi Mekar tidak lagi menggunakan Lembaga MECCA sebagai konsultan di Yayasan.

Pada tahun 2006 para mahasiswa STPM memasuki semester tiga timbul kecauan, dimana izin tersebut yang dijanjikan tidak keluar, maka timbullah demo besar-besaran dari mahasiswa dan dosen kepada Yayasan dan Pemda Kabupaten Melawi. Puncak dari kerusahan tersebut  masuk di dalam ranah hukum, kekacauanpun berkepanjangan. Pada pertengahan tahun 2007 disepakapati antara Pemda Kabupaten Melawi dengan Lembaga “MECCA” menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh STPM, Yayasan Melawi  Mekar, dan Pemda Kabupaten Melawi. Keputusan tersebut adalah Pemda Kabupaten Melawi selaku Pembina STPM menyerahkan kepada MECCA dan menyelesaikan yang terakait dengan ranah hukum penipuan (Permasalahan izin),  sedang yang terkait terhadap penggelapan diselaikan oleh pihak penegak hukum dengan anggota Yayasan Melawi Mekar.

Pada  tanggal 3 Juli  2007 upaya dilakukan oleh Lembaga MECCA keluarlah izin dengan No. …………………. (status berubah dari STPM menjadi STKIP Melawi). Perkuliahan harus berlanjut, maka Lembaga MECCA sebagai pemegang mandat dari Pemda menyusun kembali struktur dan Statuta Lembaga STKIP Melawi, dengan melanjutkan perkuliahan yang dihadapi oleh mahasiswa dengan posisi berada di Semester tiga, pada angkatan pertama (tahun 2005-2006) angkatan kedua pada semester satu (2006-2007).

Dengan permasalahan keanggotaan Yayasan Melawi Mekar di proses pada ranah hukum, maka Institusi  Perguruan Tinggi harus berjalan,  Lembaga MECCA atas persetujuan Pemda/Bupati Kabupaten Melawi mengganti keanggotaan yayasan Melawi Mekar dengan beberapa orang unsur anggota Lembaga MECCA.

Sejak itu, kegiatan akademik di STKIP Melawi berjalan dengan baik dan lancer, bahkan STKIP Melawi merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi di Kalimantan Barat yang menyelenggarakan Pendidikan Guru Dalam Jabatan Jenjang D-II Prodi PGSD dan Penjaskes. Bersamaan dengan penyelesaian program D-II tersebut, usulan peningkatan status prodi PGSD dan Penjaskes ke jenjang S-1 telah diajukan ke Dirjen DIKTI Departemen Pendidikan Nasional ( sekarang Kementrian Pendidikan Nasional). Pada tanggal 18 Agustus 2009 keluarlah izin dari Dirjen Dikti No. 1391/D/ T/2009, tentang peningkatan status program studi dari jenjang D-II ke S-1. Pada bulan September tahun 2009, STKIP Melawi menerima mahasiswa baru angkatan pertama program studi PGSD dan Penjaskesrek jenjang Strata Sratu (S-1). Penerimaan mahasiswa terdisi dari regular A dari lulusan SMA/SMK sederajat dan regular B (dari lulusan D-II) . Pada angkatan pertama ini pendaftaran regular A sebanyak 141 orang, dan regular B sebanyak 65  orang. Dengan keluarnya ijin S-1 maka program D-II ditutup. Mahasiswa Angkatan pertama pada program D-II di wisuda pada bulan Agustus 2009, dan Program D-II pada angkatan kedua  di wisuda pada bulan Mei 20010.

%d blogger menyukai ini: