Pengumuman Seminar Nasional

PENGUMUMAN

No: 010/A/SN/STKIP-M/II/2010

Sebagai lembaga pendidikan tinggi di daerah, STKIP Melawi memiliki tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan dalam rangka menyiapkan calon guru SD yang profesional di masa mendatang. Berkenaan dengan tugas tersebut, maka STKIP Melawi bekerjasama dengan Program Pendidikan Umum UPI Bandung, akan menyelenggarakan Seminar Pendidikan Tingkat Nasional dengan Tema  “Internalisasi Nilai-Nilai Dalam Pendidikan”.

Pembicara:

Prof. Dr. H. Sofyan Sauri  (Dosen UPI Bandung)

Dr. M. Rif’at Hamdy (Konsultan MECCA Pontianak)

Pelaksanaan Seminar Nasional:

Hari/ Tanggal : Jumat, 05 Maret 2010

Waktu : Pkl. 08.00 – selesai

Tempat : Menyesuaikan (Bisa ditanyakan di sekretariat)

Pendaftaran Seminar Nasional:

Mulai Tgl. 5 Februari 2010 s/d 25 Februari 2010

Biaya : Rp. 150.000

Tempat : Kantor Sekretariat STKIP Melawi  Jl. Juang Km.2 Nanga Pinoh Melawi

(Dekat Polsek Nanga Pinoh) pada jam kerja (08.00-15.00)

Fax/Telp:  (0568) 21874

Kontak Person:

  1. Yakobus Ason, S.Pd., M.Pd.         : (08125675046)  email (yakobusason@yahoo.co.id)
  2. Sri Wahyuni K, S.Pd., M.Pd.         : (081345535409)
  3. Trie Meise Rini, S.Pd., M.Pd.        : (085252402221) email (noah.070609@yahoo.com)
  4. Mardiana, S.Pd., M.Pd.                 : (085822041680)
  5. Kurnia Dyah                                   : (085286820661)
  6. Sugiyarto, S.Pd.                             : (082647534461)  email (g_art.solo@yahoo.co.id)

Fasilitas:

  1. Makalah
  2. Snack (konsumsi)
  3. Sertifikat Seminar Nasional

Nanga Pinoh, 5 Februari 2010

Ketua Panitia,

Yakobus Ason, S.Pd., M.Pd.

Kursus Bahasa Inggris

Kursus Bahasa Inggris akan dimulai pada minggu pertama bulan Pebruari 2010.

Jadwal kursus dapat dilihat di sekretariat STKIP Melawi atau kantor SMA Bina Kusuma

29 Januari 2010

Bag. Pelatihan STKIP Melawi

Dirgahayu Kabupaten Melawi

Dirgahayu Kabupaten Melawi yang ke-6

Hari ini, tanggal 28 Januari 2009, merupakan hari jadi Kabupaten Melawi yang ke-6. Seluruh mahasiswa   Reguler A PGSD dan Penjaskesrek  STKIP Melawi mengikuti upacara memperingati Dirgahayu Kabupaten Melawi di halaman kantor Bupati Melawi. Mahasiswa PGSD dipimpin oleh Bu Sukristin, S.E., M.M. dan Bu Mariana, S.E., yang notabene keduanya adalah mantan anggota Paskibraka. Sementara mahasiswa Penjaskesrek dipimpin oleh Pak Sugiyarto, S.Pd. dan Pak Nur Sulistiyo Muttaqin, S.Pd., kedua dosen Penjaskesrek ini tidak diragukan lagi kepiawaiannya dalam melatih baris-berbaris.

Selamat menjalankan tugas Bapak-bapak dan Ibu-ibu dosen. Semoga selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa. Semoga Berhasil,  Merdeka!

RAHASIA MENGASAH TALENTA DALAM PERKEMBANGAN INTELEKTUAL ANAK

Oleh: Mardiana, S.Pd., M.Pd.

Orang yang cerdas sering kali menguasai dunia. Hal ini disebabkan oleh pentingnya kecerdasan akal, bahkan lebih penting dan lebih berharga daripada intan dan batu permata. Dengan kata lain, orang bijak tidak lagi memerlukan dan mementingkan kekayaan materi. Meskipun semua orang mempunyai otak, hanya sebagian kecil yang bisa menggunakannya dengan baik sehingga bisa meraih kesuksesan dalam hidupnya. Jika kita benar-benar menjaga perkembangan mental anak dari sejak bayi, mereka akan tumbuh menjadi anak yang pintar dan bijaksana.

Susunan  Otak Manusia

Menurut para ahli, otak adalah organ paling rumit di antara organ-organ manusia lainnya. Ketika kita lahir, dalam kepala kita sudah ada seratus juta sel otak. Dari sekian banyak jumlahnya, hanya sedikit sekali yang dapat digunakan secara optimal oleh manusia sepanjang hidupnya. Sudah lama otak menjadi misteri yang belum tepecahkan oleh para ilmuwan. Tapi baru beberapa tahun ini, misteri tersebut sedikit demi sedikit sudah mulai tampak. Misalnya, para ilmuwan mulai tahu bahwa kecerdasan dan otak merupakan dua hal yang berbeda. Misalnya saja dalam analogi komputer, kecerdasan merupakan perangkat lunaknya, sementara otak adalah perangkat kerasnya, dan keduanya bekerja saling mendukung. Tidak diragukan lagi, akal kita adalah kotak Pandora yang dapat memberikan keberuntungan kepada kita.

Otak, yang bisa disimpan dengan rapi di atas dua telapak tangan kita, adalah organ yang merupakan “jati diri” kita. Otak menurut penjelasan Robert Ornstein dan Richard F. Thompson dalam The Amazing Brain, ukurannya hanya sebesar buah anggur dan beratnya kira-kira sama dengan berat sebutir kol. Inilah satu-satunya organ yang tak bisa kita cangkok.

Data Otak Manusia

  • Kira-kira beratnya 1,5 kg
  • 78% air, 10% lemak, 8% protein
  • Kurang dari 2,5% berat tubuh
  • Menggunakan 20% energi tubuh
  • 100 miliar neuron
  • 1 triliun sel glial
  • 1000 triliun titik sambunga  sinaptik
  • 280 kuintiliun memori

Otak mengatur seluruh fungsi tubuh, mengendalikan kebanyakan perilaku dasar kita-makan, tidur- dan menghangatkan tubuh. Otak bertanggung jawab atas semua kegiatan kita yang sangat canggih menciptakan peradaban, musik, seni, ilmu, dan bahasa. Harapan-harapan kita, pikiran kita, emosi kita, dan kepribadian kita semua dionggokkan di satu tempat di dalamnya. Setelah ribuan ilmuwan mempelajarinya selama berabad-abad, hanya ada satu kata untuk menggambarkannya, yaitu “menakjubkan”.

Tingkat Kecerdasan

Kemampuan dan cara seorang anak mengerjakan dan mempelajari sesuatu mengindikasikan tingkat kecerdasannya. Dapatkah kompetensi ini diukur atau dihitung? Perhitungan seperti  ini memang sangat krusial, karena harus mencakup kemampuan imajinasi anak, kemampuan perencanaan, dan pemahaman logika. Tes-tes tersebut, untuk anak berusia lima tahun ke atas, bentuknya bervariasi menurut kelasnya. Ini adalah proses pemindaian psikologi. Tes kecerdasan bisa juga digunakan untuk meneliti keadaan mental seseorang. Dalam penelitian semacam ini, hanya bahasa verbal saja yang digunakan, sementara bahasa non-verbal tidak.

Pengukuran kecerdasan sudah ada dalam masyarakat dengan bermacam-macam bentuk. Literatur kuno kita penuh dengan teka-teki dan alegori agar bisa mempertanyakan dan menguji masalah yang masih belum jelas. Tes kecerdasan ilmiah pertama kali dilakukan di Eropa. Dalam tes ini, psikologi Jerman, Wilhelm  Max Wundt, memberi andil yang sangat besar. Pada tahun 1879, dia mendirikan sebuah laboratorium sebagai pelopor penelitian mengenai persepsi manusia, analisis fungsi tubuh, dan tes kecerdasan. Pada waktu itu, ada kesimpulan umum yang luas, yaitu semakin bagus persepsi seseorang, akan semakin bijaksana pula dirinya.

Sekitar tahun 1901, seorang psikolog Jerman lain yang bernama Wechsler, mengemukakan teori yang lain. Dia berkata bahwa tidaklah tepat untuk menilai otak manusia dilaboratorium dengan bantuan alat-alat. Menurutnya, pekerjaan ini akan lebih berhasil jika anak-anak diuji di dalam kelas mereka. Dugaannya ini berdasarkan observasi yang menunjukkan bahwa sebagian besar murid yang mempunyai prestasi bagus di sekolah, akan berprestasi juga dalam kehidupan masa depan mereka.

Mengukur Isi Otak

Sekitar 1880, peneliti pemberani bernama Binet melakukan percobaan untuk mengetahui kekuatan otak, tapi tidak menghasilkan apa-apa. Lalu, memasuki abad ke-20, sebuah perusahaan negara di Prancis menghadapi satu masalah yang tidak diduga sebelumnya. Banyak sekali murid di sekolah-sekolah yang dikelola perusahaan ini yang lamban dalam berpikir. Berbagai pertanyaan yang diajukan untuk satu kelompok umur tertentu sama sekali berbeda dengan pertanyaan untuk kelompok umur yang lain. Jadi, apa yang ditanyakan anak umur delapan tahun tidak akan bisa dijawab dengan anak umur tujuh tahun. Begitu juga anak umur empat tahun tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh kakak kelasnya.

Penilainnya yaitu setiap anak yang bisa menjawab pertanyaan dari anak lain dalam kelompok umur yang sama dinilai normal. Sedangkan anak yang tidak bisa menjawab dikategorikan di bawah normal. Kategori ketiga adalah untuk anak yang dapat menjawab pertanyaan, bahkan pertanyaan yang diajukan oleh kelompok-kelompok umur di atasnya. Mereka dinilai mempunyai kecerdasan di atas rata-rata.

Dasar Tes Kecerdasan Binet-Simon (Seperangkat Pertanyaan untuk Tiap Kelompok Umur yang Berbeda)

1.3 tahun :

  1. Di mana hidungmu…mata kamu…dan seterusnya
  2. Apa ini? (Bertanya setelah memperlihatkan sebuah pisau, uang kertas, uang logam, kunci, dan sebagainya).
  3. Apa yang kamu lihat digambar ini? (Pegang gambar di depan anak)
  4. Kamu anak laki-laki atau perempuan?
  5. Siapa namamu?
  6. Ulangi apa yang saya ucapkan ;
    1. Aku mempunyai seekor anjing kecil
    2. Anjing selalu mengejar kucing
    3. Di musim panas, matahari sangat terik.

2.4   tahun:

  1. Gambarlah dua garis sejajar. Satu garis panjangnya 5 inchi, dan yang satu lagi 6 inchi. Antara dua garis itu, beri jarak 3 inchi. Lalu, tanyakan kepada anak, “Manakah garis yang yang lebih panjang?”
  2. Gambar sebuah persegi panjang, persegi, dan segi tiga. Lalu, tanyakan apakah ketiganya sama atau berbeda.
  3. Letakkan beberapa uang logam di meja. Suruhlah anak untuk menghitungnya.
  4. Gambarlah sebuah persegi. Suruh anak untuk menggambar pula sebanyak 3 buah, 2 di antaranya harus sama ukurannya.
  5. Sebutkan angka-angka 4, 7, 3, 9, dan seterusnya. Suruh anak untuk mengulanginya setelah Anda selesai.

3. 5 tahun:

  1. Diantara 2 tas ini, manakah yang lebih berat? (Perlihatkan 2 buah tas yang sama bentuknya, tapi beratnya berbeda).
  2. Perlihatkan warna merah, hijau, biru, kuning. Apakah anak bisa membedakannya?
  3. Perlihatkan gambar seorang anak perempuan dan seorang wanita dewasa. Lalu, tanyakan mana yang lebih tua.
  4. Perlihatkan gambar seorang perempuan dengan wajah biasa dan seorang lagi dengan wajah yang menarik. Mana yang lebih menarik perhatian anak?
  5. Tanyakan kepada anak kegunaan kursi, kuda, dan semacamnya.
  6. Apakah anak tahu artinya sabar?

4. 6 tahun:

  1. Tanyakan: Mana tangan kananmu…telinga kirimu….?
  2. Gambarlah 3 wajah perempuan. Salah satu gambar tanpa hidung. Satu gambar lagi tanpa mata. Sisanya tanpa mulut. Tanyakan kepada anak bagian apa yang hilang dari wajah-wajah tersebut.
  3. Sebarkan segenggam uang logam di atas meja. Suruh anak untuk menghitung jumlah semuanya.
  4. Tanyakan kepada anak, apa yang akan kamu lakukan ketika:
    1. Kamu akan berangkat sekolah, kemudian hujan turun.
    2. Ada yang terbakar di rumahmu.
    3. Kamu ingin pergi kesuatu tempat, tapi ketinggalan bis.
    4. Letakkan uang logam dan uang kertas di atas meja dengan nominal yang berbeda di atas kertas. Apakah anak bisa menyebutkannya dengan tepat?
    5. Suruhlah anak untuk mengulangi kalimat ini:
      1. Hari ini sangat indah.
      2. Bunty menggunakan hari libur dengan sebaik-baiknya.
      3. Dia pergi ke sungai setiap hari untuk mandi.
      4. Kami akan pergi jalan-jalan.
      5. Tolong ambilkan topi saya.

Binet-Simon mengadakan percobaan pada ribuan anak dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan di atas. Mereka sangat berhati-hati agar bisa membuat pembedaan yang tepat untuk pertanyaan-pertanyaan mereka. Dengan penelitian ini, akan diketahui kemampuan anak dalam bidang-bidang yang berbeda, tes ini juga dapat digunakan untuk mengetahui kedewasaan mental anak,  dan tes ini tidak membutuhkan banyak peralatan. Selembar kertas dan sebuah pensil sudah cukup untuk itu.

DAFTAR PUSTAKA

Rakhmat, Jalaludin. 2006. Belajar Cerdas: Belajar Berbasis Otak. Bandung: Mizan Learning Center (MLC)

Arya, P.K. 2008. Rahasia Mengasah Talenta Anak. Jogjakarta: Penerbit Think

PROFESIONALITAS GURU

Oleh: Nur Sulistyo Muttaqin, S.Pd.

Sebagai pengajar atau pendidik, guru merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan setiap upaya pendidikan. Itulah sebabnya setiap adanya inovasi pendidikan khususnya dalam kurikulum dan peningkatan sumber daya manusia yang dihasilkan dari upaya pendidikan selalu bermuara pada faktor guru. Hal ini menunjukkan betapa eksisnya peran guru dalam dunia pendidikan. Demikian pun dalam upaya pembelajaran siswa, guru dituntut memiliki multi peran sehingga mampu menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif.

Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Proses belajar mengajar merupakan serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungya proses belajar mengajar. Proses dalam pengertian di sini merupakan interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat dalam belajar mengajar yang satu sama lainnya berhubungan (interdependent) dalam ikatan untuk mencapai tujuan.

Belajar diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dan individu dengan lingkungan. “Learning is a change in the individual due to instruktion of that individual and his enviroment, wich feel a need and makes him more capable of dealing adequately with his environment.” ( W.H. Burton The Guindance of lerning Activities, 1944 ). Dalam pengertian ini terdapat kata change atau “perubahan” yang berarti bahwa seseorang telah mengalami proses belajar  akan mengalami perubahan tingkah laku, baik aspek pengetahuan, keterampilan maupun sikap.

TUGAS, PERAN DAN KOMPETENSI GURU

Peranan guru adalah terciptanya serangkaian tingkah laku yang saling berkaitan yang dilakukan dalam suatu situasi tertentu serta berhubungan dengan kemajuan perubahan tingkah laku dan perkembangan siswa yang menjadi tujuannya  (Wrightman, 1977). Kompetensi berarti kewenangan (kekuasaan) untuk memutuskan atau menentukan suatu hal. Pengertian dasar kompetensi (competency) yakni kemampuan atau kecakapan. Adapun kompetensi guru (teacher competency) adalah the ability of a teacher to responsibility perform has or her duties appropriately, yaitu kompetensi guru merupakan kemampuan seorang guru dalam melaksanankan kewajiban-kewajiban secara bertanggung jawab dan layak.

Dengan gambaran dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kompetensi merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesi keguruannya. Selanjutnya beralih pada kata “professional”  yang berarti a vacation an wich professional knowledge of some department a learning science is used in its applications to the of other or in the practice of an art found it.

Dalam pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa suatu pekerjaan yang bersifat profesional memerlukan beberapa bidang ilmu yang secara sengaja harus dipelajari dan kemudian diaplikasikan bagi kepentingan umum. Atas dasar pengertian ini, ternyata pekerjaan profesional berbeda dengan pekerjaan lainnya karena suatu profesi memerlukan kemampuan dan keahlian khusus dalam melaksananakan profesinya.

Mengingat tugas dan tanggung jawab guru yang begitu kompleksnya, maka profesi ini memerlukan persyaratan khusus, antara lain:

  1. Menuntut adanya keterampilan yang berdasarkan konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendalam.
  2. Menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan bidang profesinya.
  3. Menuntut adanya tingkat pendidikan keguruan yang memadai.
  4. Adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakan.
  5. Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan.

(Drs. Moh. Ali, 1985)

Adapun syarat pekerjaan yang tergolong ke dalam suatu profesi antara lain:

  1. Memiliki kode etik, sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
  2. Memiliki klien / obyek layanan yang tetap.
  3. Diakui oleh masyarakat karena memang diperlukan jasanya oleh masyarakat.

(Drs. Moh. Uzer Usman)

Guru memiliki banyak tugas, apabila kita kelompokkan terdapat tiga jenis tugas guru, yakni tugas dalam bidang profesi, tugas kemanusiaan dan tugas dalam bidang kemasyarakatan. Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan pada siswa.

Tugas guru dalam bidang kemanusiaan di sekolah harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua. Di masyarakat guru berkewajiban mencerdaskan bangsa menuju pembentukan manusia Indonesia yang seutuhnya yang berdasarkan Pancasila.

Tugas dan peran guru tidaklah terbatas di dalam masyarakat, bahkan guru dalam hakekatnya merupakan komponen strategis yang memiliki peran penting dalam gerak laju kehidupan bangsa. Bahkan keberadaan guru merupakan factor condisio sine quanon yang tidak mungkin digantikan oleh komponen manapun dalam kehidupan bangsa sejak dulu, terlebih-lebih pada era kontemporer ini.

Peranan dan kompetensi guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal seperti mengajar, memimpin kelas, pembimbing, pengatur lingkungan, partisipan, ekspeditor, perencana, supervisor, motivator dan konselor, (Adam dan Decey, Basic principles of student teaching). Secara dominan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

(1)      Guru sebagai demonstrator

Melalui perannya sebagai demonstrator, lecture atau pengajar, guru hendaknya menguasai bahan ajar atau materi yang akan diajarkannya.  Serta senantiasa mengembangkannya dalam artian meningkatkan kemampuan ilmu yang ia miliki karena ini akan sangat menentukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa.

Guru sendiri adalah pelajar dalam arti guru harus belajar terus-menerus. Dengan cara demikian ia akan memperkaya dirinya dengan ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar dan demonstrator sehingga mampu memperagakan apa yang diajarkannya secara didaktis. Maksudnya agar apa yang disampaikan itu betul-betul dimiliki oleh anak didiknya.

(2)      Guru sebagai pengelola kelas

Tujuan umum pengelolaan kelas ialah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas untuk bermacam-macam kegiatan belajar mengajar guna mencapai tujuan pendidikan yang baik. Sedangkan tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa untuk belajar, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan.

Tanggung jawab yang lain sebagai manajer yang penting bagi guru adalah membimbing pengalaman-pengalaman siswa sehari-hari kearah self directed behavior. Salah satu manajemen kelas yang baik ialah menyediakan kesempatan bagi siswa untuk sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungannya terhadap guru sehingga mereka mampu membimbing kegiatannya sendiri. Siswa harus melakukan self control dan self activity malalui proses bertahap.

(3)      Guru sebagai mediator dan fasilitator

Sebagai mediator, guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengefektifkan proses belajar mengajar. Selain itu guru harus memiliki keterampilan memilih dan menggunakan serta menyediakan media itu dengan baik. Memilih dan menggunakan media pendidikan harus sesuai dengan tujuan, materi, metode, evaluasi, dan kemampuan guru serta minat dan kemampuan siswa.

Sebagai fasilitator, guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar yang berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dan proses belajar mengajar, baik yang berupa narasumber, buku teks, majalah ataupun surat kabar.

(4)      Guru sebagai evaluator

Dengan evaluasi, guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan, penguasaan siswa terhadap pelajaran serta ketepatan atau keefektifan metode mengajar. Tujuan lain dari penilaian diantaranya ialah untuk mengetahui kedudukan siswa di dalam kelas atau kelompoknya. Dengan penilaian, guru dapat mengklasifikasikan siswa.

Demikian sedikit uraian tentang tugas, peran serta kopetensi guru yang merupakan landasan dalam mengabdikan profesinya. Guru yang profesional tidak hanya mengetahui, tetapi betul-betul melaksanakan apa yang menjadi tugas dan peranannya.

DAFTAR PUSTAKA

Usman, Moh. Uzer. 2000. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya PT

Burton, W. H. 1944. The Guindance Of Learning Activites. New York: Appleton Century Coffs, Inc.

Adam dan Decey. Basic principles of student teaching.